DAFTAR MATERI KEPERAWATAN MATERNITAS
( 56 File Dokumen Microsoft Word )
1. Adaptasi Fisiologi Ibu Hamil
2. Adaptasi Fisiologi Ibu Hamil2
3. Adenocarcinoma Endometrium
4. Alat Kontrasepsi
5. Anatomi Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita dan Menopause
6. Bayi Tabung
7. Ca Vulva dan Ca Servik
8. Dampak Terapi Estrogen
9. Darah, Gol Darah, Suplemen Vit dan Mineral
10. Deteksi Dini Tumbang Pada Balita
11. Diabetes dan Kehamilan
12. Distosia
13. Fisiologis Kehamilan
14. Hidramnion
15. Indikasi SC
16. Induksi Persalinan
17. Kanker Payudara dan gambar
18. Kehamilan dan Seks
19. Kehamilan Matur
20. Kehamilan Resiko Tinggi
21. Kehamilan Resiko Tinggi
22. Kelainan Menstruasi
23. Keputihan
24. Konsep Nifas, Eklampsia, Forceps
25. Konsep Dasar Keperawatan Maternitas
26. Kontrasepsi
27. Lekore Dan Kandidiasis
28. Materi Imunisasi
29. Materi Solid Ovarium Tumor
30. Menopause
31. Mioma Uteri
32. Mola Hidatidosa
33. Non-strees Test (Fetal Activiy Determination)
34. Nutrisi Pada Ibu Hamil
35. Nyeri
36. Panggul Sempit
37. Pasca Persalinan
38. PBL Post Partum
39. Pemeriksaan Fisik Ibu Hamil
40. Pemeriksaan Fisik Ibu Hamil2
41. Penanganan Diabetes Mellitus Pada Ibu Hamil
42. Penyebab perdarahan Selain Menstruasi
43. Perawatan Payudara
44. Periksa Payudara Sendiri (Sadari)
45. Plasenta Previa
46. Pre Eklampsia dan Marah
47. Prematur
48. Senam Nifas
49. Sepsis Neonatorum
50. Sistem Reproduksi Laki-laki
51. Sistem Reproduksi Wanita
52. Strategi Membantu Klien Dalam Mengambil Keputusan
53. Tanda dan Gejala Kehamilan
54. Teknik Relaksasi dan Akupuntur
55. Tips Menentukan Masa Subur
56. Vulva Hygiene
Minggu, 19 Maret 2017
KONSEP DASAR KEPERAWATAN_Trisna nusa
Konsep Dasar Keperawatan Maternitas
PENGERTIAN
Keperawatan maternitas merupakan salah satu bentuk pelayanan profesional keperawatan yang ditujukan kepada wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya, berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam beradaptasi secara fisik dan psikososial untuk mencapai kesejahteraan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.
Keperawatan maternitas merupakan salah satu bentuk pelayanan profesional keperawatan yang ditujukan kepada wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya, berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam beradaptasi secara fisik dan psikososial untuk mencapai kesejahteraan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan.
Setiap individu mempunyai hak untuk lahir sehat maka setiap individu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Keperawatan ibu menyakini bahwa peristiwa kelahiran merupakan proses fisik dan psikis yang normal serta membutuhkan adaptasi fisik dan psikososial dari idividu dan keluarga. Keluarga perlu didukung untuk memandang kehamilannya sebagai pengalaman yang positif dan menyenangkan. Upaya mempertahankan kesehatan ibu dan bayinya sangat membutuhkan partisipasi aktif dari keluarganya.
Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga, dapat mengakibatkan krisis situasi selama anggota keluarga tidak merupakan satu keluarga yang utuh. Proses kelahiran merupakan permulaan bentuk hubungan baru dalam keluarga yang sangat penting. Pelayanan keperawatan ibu akan mendorong interaksi positif dari orang tua, bayi dan angggota keluarga lainnya dengan menggunakan sumber-sumber dalam keluarga.. Sikap, nilai dan perilaku setiap individu dipengaruhi oleh budaya dan social ekonomi dari calon ibu sehingga ibu serta individu yang dilahirkan akan dipengaruhi oleh budaya yang diwarisi.
Asuhan keperawatan yang diberikan bersifat holistik dengan selalu menghargai klien dan keluarganya serta menyadari bahwa klien dan keluarganya berhak menentukan perawatan yang sesuai untuk dirinya. Kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan advokasi dan mendidik WUS dan melakukan tindakan keperawatan dalam mengatasi masalah kehamilanpersalinan dan nifas, membantu dan mendeteksi penyimpangan-penyimpangan secara dini dari keadaan normal selama kehamilan sampai persalinan dan masa diantara dua kehamilan, memberikan konsultasi tentang perawatan kehamilan, pengaturan kehamilan, membantu dalam proses persalinan dan menolong persalinan normal, merawat wanita masa nifas dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari menuju kemandirian, merujuk kepada tim kesehatan lain untuk kondisikondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Perawat mengadakan interaksi dengan klien untuk mengkaji masalah kesehatan dan sumber-sumber yang ada pada klien, keluarga dan masyarakat; merencanakan dan melaksanakan tindakan untuk mengatasi masalah-maslah klien, keluarga dan masyarakat; serta memberikan dukungan pada potensi yang dimiliki klien dengan tindakan keperawatan yang tepat. Keberhasilan penerapan asuhan keperawatan memerlukan kerjasama tim yang terdiri dari pasien, keluarga, petugas kesehatan dan masyarakat.
PARADIGMA KEPERAWATAN MATERNITAS
Paradigma keperawatan pada keperawatan maternitas meliputi manusia, lingkungan, sehat dan keperawatan.
a. Manusia
Terdiri dari wanita usia subur wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya adalah anggota keluarga yang unik dan utuh, merupakan mahluk bio-psikososial dan spiritual yang memiliki sifat berbeda secara individual dan dipengaruhi oleh usia dan tumbuh kembangnya. Salah satu tugas perkembangan wanita adalah pengalaman melahirkan danak yang dapat merupakan krisis situasi dalam keluarga tersebut apabila tidak mampu beradaptasi dengan baik.
b. Lingkungan
Sikap, nilai dan prerilaku seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan budaya dan social disamping pengaruh fisik Proses kehamilan danpersalinan serta nifas akan melibatkan semua anggota keluarga dan masyarakat. Proses kelahiran merupakan permulaan suatu bentuk hubungan baru dalam keluarga yang sangat penting, sehingga pelayanan maternitas akan mendorong interaksi yang positif dari orang tua, bayi dan angota keluarga lainnya dengan menggunakan sumber-sumber dalam keluarga.
c. Sehat
Sehat adalah suatu keadaan terpenuhinya kebutuhan dasar, bersifat dinamis dimana perubahan-perubahan fisik dan psikososial mempengaruhi kesehatan seseorang.setiap indivisu memeiliki hak untuk lahir sehat sehingga WUS dan ibu memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
d. Keperawatan Ibu
Keperawatan ibu merupakan pelayanan keperawatan professional yang ditujukan kepada wanita usia subur wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengan system reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dalam melakukan adaptasi fisik dan psikososial dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Keperawatan ibu memberikan asuhan keperawatan holistik dengan selalu menghargai klien dan keluarganya serta menyadari bahwa klien dan keluarganya berhak menentukan perawatan yang sesuai untuk dirinya.
PATOLOGI KEBIDANAN_TRISNA NUSA
PATOLOGI KEBIDANAN
I. Gawat Darurat hamil muda
KEHAMILAN EKTOPIK
1. Pengertian
Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berlangsung ( bernidasi ) di luar endometrium
yang normal ( kavum uteri ). Kehamilan ekstrauterine adalah kehamilan di luar
batas uterus, sedangkan kehamilan heterotopik adalah hamil intrauterine dan
hamil ektopik yang terjadi bersama- sama.
2. Lokasi Kehamilan Ektopik
Kebanyakan kehamilan ekstrauterin terjadi pada Tuba Falopii ( gestasi ektopik
), tetapi jarang ovum yang fertile berimplantasi pada permukaan ovarium atau
serviks uterin. Sangat jarang ovum yang fertil berimplantasi pada omentum (
kehamilan abdominal ).
Fungsi normal tuba adalah transportasi ovum, spermatozoa dan zigot ; tempat
terjadinya konsepsi; tumbuh kembang zigot menjadi blastokis untuk siap
melakukan nidasi pada endometrium; dan menjadi tempat transportasi hasil
konsepsi menuju uterus untuk nidasi.
Lokasi kehamilan ektopik meliputi kehamilan tuba (
interstisial, ampula tuba, istmus tuba, osteum tuba eksternum ), kehamilan
servikal, kehamilan ovarium, kehamilan abdomen (primer implantasi, sekunder
implantasi ), kehamilan intralegamenter ( di ligamentum rotundum ).
3. Gejala dan Penyebab
Bentuk kehamilan apabila masih utuh akan ada rasa sakit atau tidak nyaman.
Namun bila sudah pecah menimbulkan perdarahan intraabdominal. Gejala klinisnya
meliputi TRIAS gejala klinik ( amenorhoe, nyeri pada perut, perdarahan
intraabdominal dan transvaginal ), terdapat tanda kehamilan ( tanda sekunder
kehamilan ( mamae menegang ), morning sickness, emesis gravidrum, peningkatan
beta hCG ( 200 mUI/liter ). Kehamilan abdominal menunjukan gejala janin masih
hidup atau sudah meninggal, janin teraba di bawah kulit, nyeri saat janin
bergerak, dan pada pemeriksaan dalam terdapat uterus yang kosong.
Penyebab terjadinya kehamilan ektopik adalah kegagalan fungsi tuba ( salpingitis kronis , endometriosis, tekanan tumor, tuba elongasi sehingga hasil konsepsi sudah siap nidasi di tuba, infeksi asenden ke IUCD ) atau perlekatan tuba sehingga saluran menyempit atau buntu ( infeksi menahun, endometriosis ).
4. Diagnosis
Diagnosis kehamilan ektopik diperoleh dari terdapatnya trias kehamilan ektopik,
terdapat kenaikan beta hCG ( 200 mIU/ liter ), dan pada pemeriksaan fisik
terdapat cairan bebas di kavum abdominalis dengan nadi meningkat, dapat terjadi
syok, dan tanda Cullen. Sedangkan pada pemeriksaan dalam CD menonjol dan nyeri,
serviks nyeri goyang, nyeri pada tuba dengan hamil ektopik dan teraba tumor.
Diagnosis diferensial untuk keadaan ini meliputi penyakit radang pelvis (
pelvic inflammatory disease, PID ), perdarahan saat ovulasi, komplikasi kista (
torsi kista, perdarahan kista ovarii, infeksi kista ovarii ), torsi mioma uteri
bertangkai, dan apendisitis akut.
5. Hasil Kehamilan
Kematian kehamilan ektopik terjadi bila ada perdarahan kehamilan tuba
interstisial yang menimbulkan perdarahan banyak dan mendadak, infeksi sampai
sepsis atau syok septic, atau kelambatana melakukan rujukan.
Pada kebanyakan kasus, kehamilan berakhir antara minggu ke-6 dan ke-10 dalam
salah satu dari beberapa cara.
Abortus Tuba
Abortus tuba terjadi 65 % dari kasus dan biasanya terminasi pada implantasi
fimbria dan ampula. Hemoragi ringan berulang dari area dinding tuba yang
diinvasi melepaskan ovum yang mati.
6. Penatalaksanaan
Penatalaksanan terhadap kehamilan ektopik meliputi :
1. Non- bedah ( tanpa operasi )
a. Observasi beta hCG ( bila menurun berarti kehamilan mati dan diabsorpsi )
b. Pengobatan dengan metotreksat pada kehamilan ektopik utuh atau abdomen.
2. Tindakan operasi hamil ektopik
a. Salfingektomi
b. Salfingostomi
c. Histerektomi
d. Laparotomi untuk mengeluarkan kehamilan abdominal
Tugas bidan mengahadapi kehamilan ektopik adalah :
a. Menegakkan diagnosa kehamilan
b. Segera melakukan rujukan sehingga dapat tertolong dengan segera
c. Saat melakukan rujukan sebaiknya dilakukan pemasangan infuse sebagai
pengganti darah yang hilang. Bila mungkin ikuti atau antar ke rumah sakit yang
dapat memberi pertolongan operasi.
II. Gawat Darurat trimester 2 & 3
KEHAMILAN LEWAT WAKTU
1. Pengertian
Kehamilan lewat waktu berarti kehamilan yang melampaui
usia 292 hari ( 42 minggu ) dengan gejala kemungkinan komplikasinya. Nama lain
kehamilan lewat waktu adalah kehamilan serotinus, prolonged pregnancy atau
postterm pregnancy.
Sebab terjadinya kehamilan lewat waktu adalah ketidakpastian tangal haid
terakhir, terdapat kelainan congenital anensefalus, dan terdapat hipoplasia
kelenjar adrenal.
2. Komplikasi
Komplikasi dapat mengenai ibu dan janin. Komplikasi
pada ibu meliputi rasa takut akibat terlambat lahir dan rasa takut menjalani
operasi dengan akibatnya “ trias komplikasi ibu “. Sedangkan komplikasi pada
janin meliputi :
a. Oligohdramnion. Air ketuban normal usia 34 – 37 minggu adalah 1000
cc, aterm adalah amnion kental, mekoneum diaspirai oleh janin, asfiksia, gawat
janin intrauterine. Pada inpartu, aspirasi air ketuban, nilai apgar rendah,
terjadi sindrom gawat janin, dan bronkus paru tersumbat yang menimbulkan
atelektasis.
b. Janin diwarnai mekoneum. Mekoneum keluar karena refleks vagus
terhadap usus. Peristaltik usus dan terbukanya sfingter ani membuat mekoneum
keluar. Aspirasi air ketuban serta mekoneum dapat menimbulkan gangguan pernafasan
bayi- janin, gangguan sirkulasi bayi setelah lahir dan hipoksia intrauterine
sampai kematian janin.
c. Makrosemia. Dengan plasenta masih baik terjadi tumbuh-kembang janin
dengan berat 4500 gram disebut makrosemia. Akibat kondisi ini pada perasalinan
( tindakan operasi seksio sesarea, trauma persalinan operasi vaginal karena
distosia bahu ) dapat menimbulkan kematian bayi dan trauma jalan lahir ibu.
d. Dismaturitas bayi. Usia kehamilan 37 minggu luas plasentanya 11 m2.
selanjutnya terjad penurunan fungsi akibat tidak berkembangnya atau terjadinya
kalsifikasi dan aterosklerosis pembuluh darah. Penurunan kemampuan nutrisi
plasenta menimbulkan perubahan metabolisme menuju anaerobic. Pada keadaan ini
terjadi badan keton dan asidosis, gejala Clifford, pada kulit terjadi
substanfet berkurang, otot makin lemah, dan berwarna mekoneum. Kuku tampak
tajam dan kulit keriput. Tali pusat lembek, mudah tertekan dengan disertai
oligohidramnion.
Masalah yang dihadapi pada kehamilan lewat waktu meliputi identifkasi resiko pada janin, waktu yang tepat untuk melakukan persalinan, dan menentukan persalinan pervagina versus per abdomen. Risiko kehamilan sulit dipastikan dan menjurus pada risiko kematian janin intauterin. Persalinan dipercepat karena terjadi preeklampsia/ eklampsia, ibu dengan hipertensi, ibu dengan diabetes mellitus, ada gangguan tumbuh-kembang janin intrauterine, dan factor kematangan serviks.
3. Pertolongan
Pertolongan yang diberikan pada gangguan ini adalah
dengan induksi oksitosin dan seksio sesarea. Seksio sesarea dilakukanbila da
tanda asfiksia intrauterine, makrosemia, kelainan letak janin, riwayat
obstetric buruk, induksi gagal, infertilitas primer-skunder, ibu dengan
penyakit tertentu.
Pertolongan persalinan di luar rumah sakit sangat berbahaya karena setiap saat
memerlukan tindakan operasi. Bahayanya adala janin dapat meninggal mendadak
intrauterin, mengalami kesulitan saat pertolongan persalinan karena bahu bayi
terlalu besar ( persalinan distosia bahu ). Persalinan distosia bahu sangat
berbahaya untuk janin karena paksaan untuk melahirkan bayinya akan menimbulkan
trauma persalinan terutama persendian lehernya. Paksaan lagi akan dapat
menimbulkan bahaya kerusakan pusat “ vital janin” yang terletak di medulla
oblongata dan dapat mengakibatkan matinya janin.
Dengan demikian bidan akan lebih bijak melakukan
rujukan untuk mendapatkan pertolongan yang lebih baik. Ingatlah, pada kehamilan
lewat waktu plasenta telah sangat mundur untuk mampu memberikan nutrisi dan
oksigen kepada janin sehigga setiap saat janin akan terancam gawat janin dan
diikuti asfiksia neonatorum yang memerlukan perawatan khusus. Untuk keselamatan
ibu dan bayinya sebaiknya dilakukan rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas
yang lebih baik.
III. Gawat Darurat in Partus
EMBOLI AIR KETUBAN
1. Pengertian
Emboli air ketuban adalah komplikasi yang jarang terjadi pada persalinan tetapi kejadiannya tidak dapat diduga, tidak dapat dihindari, sangat berbahaya, dan sulit untuk diobati dengan baik. Perisiwa ini dikemukakan pertama kali oleh Meyer ( 1927 ). Kejadiannya satu diantara 80.000 dan 800.000 persalinan.
2. Predisposisi
Factor predisposisi Emboli air ketuban meliputi multiparitas wanita gemuk, persalinan dengan oksitosin drip, persalinan presipitatus ( kurang dari 3 jam ), pada IUFD atau Missed abortion. Bila dilihat dari waktu kejadiannya, kondisi ini dapat terjadi pada persalinan spontan, persalinan dengan seksio sesarea, dan waktu terjadi rupture.
Gambaran klinisnya berupa trias gejala yaitu ketuban pecah, diikuti sesak nafas, dan syok, serta diikuti perdarahan. Emboli air ketuban menyebabkan komplikasi dan gejala klinis yang bersumber dari kardiovaskuler, gangguan pembekuan darah, dan koagulasi intravascular.
3. Mekanisme Kolaps Kardiovaskuler
Air ketuban yang terisap dengan benda padatnya ( rambut lanugo, lemah, dan lainnya ) menyambut kapiler paru sehinggaterjadi hipertensi arteri pulmonum, edema paru, dan gangguan pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Akibat hipertensi pulmonum menybabkan tekanan atrium kiri turun, curah jantung menurun, terjadi penurunan tekanan darah sistemik yang mengakibatkan syok berat. Gangguan pertukaran oksigen dan karbon monoksida menyebabkan sesak nafas, sianosis,dan gangguan pengaliran oksigen ke jaringan yang mengakibatkan asidosis metabolic dan metabolisme anaerobic.
Edema paru dan gangguan pertukaran oksigen dan karbon monoksida menyebabkan terasa dada sakit – berat – dan panas, penderita gelisah karena kekurangan oksigen, dikeluarkannya histamine yang menyebabkan spasme bronkus, pengeluaran prostaglandin dapat menambah spasme bronkus dan sesak nafas.
Terjadi refleks nervus vagus yang menyebabkan bradikardia dan vasokontriksi arteri koroner yang menimbulkan gangguan kontraksi otot jantung dan dapat menimbulkan henti jantung akut. Manifestasi keduanya menyebabkan syok dalam, kedinginan, dan sianosis. Kematian dapat berlangsung sangat singkat dari20 menit sampai 36 jam.
4. Gangguan Pembekuan Darah
Partikel air ketuban dapat menjadi inti pembekuan darah. Factor X atau musin /lender dan debris air ketuban dapat menjadi trigger terjadinya koagulasi intravaskuler, mengaktifkan system fibrinolisis dan bekuan darah sehingga terjadi Hipofibrinogemia dan menimbulkan perdarahan dari beas implantasi plasenta. Kekurangan oksigen dan terjadinya metabolisme anaerobic dalam otot uterus menyebabkan atonia uteri sehingga terjadi perdarahan. Kedua komponen ini dapat menimbulkan syok dan terjadi kematian dalam waktu sangat singkat sebelum sempat memberikan pertolongan adekuat.
5. Penatalaksanaan
Upaya Preventif :
Upaya preventif dengan memperhatikan indikasi induksi persalinan. Memecah ketuban saat akhir his sehingga tekanannya tidak terlalu besar dan mengurangi masuk ke dalam pembuluh darah, tangan tetap di dalam untuk mengurangi aliran air ketubannya. Saat seksio sesarea dilakukan pengisapan air ketuban perlahan sehingga dapat mengurangi asfiksia intrauterine dan emboli air ketuban melalui perlukaan lebar insisi operasi.
6. Pengobatan
Tindakan umum yang dilakukan adalah segera memasang infuse di dua tempat sehinga cairan segera dapat diberikan untuk mengatasi syok. Selain itu memberikan oksigen dengan tekanan tinggi sehingga dapat menambah oksigen dalam darah. Untuk jantung dapat diberikan resusitasi jantung dengan masase dan mesin kardipulmonari, pemberian digitalis, atropine untuk mengurangi vasokontriksi pembuluh darah dan paru, vasopresor ( isoprotrenol ), dan diuretic untuk mengurangi edema. Untuk paru, obat spasmolitik papaverin yang mengurangi spasme bronkus dan pembuluh darah paru. Untuk syok anafilaksis diatasi dengan pemberian antihistamin ( prometazine ) dan kortison dosis tinggi. Untuk koagulasi intravaskuler dipertimbangkan untuk memberikan heparin.
Keberhasilan pengobatan dan pengalaman untuk mengatasi emboli air ketuban tidak banyak dan waktu meninggal sangat singkat, kurang dari setengah jam. Jadi tidak sempat berbuat banyak untuk menolong. Karena itu berhati-hatilah saat memecahkan ketuban dan tangan harus tetap di dalam sehingga aliran air ketuban dapat dikendalikan.
Materi Kebidanan
Materi Kebidanan yang dirangkum
ASKEB IKonsepsi adalah peristiwa pertemuan dan persenyawaan ovum dan sperma.
Hasil konsepsi tiba di cavum uteri dalam bentuk blastula.
Nidasi adalah tertanamnya hasil konsepsi dalam endometrium.
Tanda hortman adalah terjadinya sedikiut perdarahan saat nidasi akibat luka pada desidua.
Pertumbuhan dan perkembangan embrio :
4 minggu : terbentuk bakal organ, jantung berdenyut
8 minggu : jantung memompa darah, pembentukan genitalia dan anus
12 minggu : embrio menjadi janin, ginjal memproduksi urin
16 minggu : quickening, djj terdengar di Doppler, system saraf, system otot, saraf matang
20 minggu : verniks, lanugo menutupi tubuh, menelan, dan menendang
24 minggu : kerangka berkembang cepat, pernafasan dimulai
28minggu : surfaktan terbentuk
32 minggu : lemak coklat berkembang di bawah kulit, menyimpan fosfor, kalsium, dan zat besi
36 minggu : antibody ibu ditransfer ke janin, kekebalan untuk 6 bulan pertama
HPL : +7 -3 +1
TBJ KONVERGEN : (TFU-12) X 155
TBJ DIVERGEN : (TFU-11) X 155
Tfu pertiga jari
12 minggu : 3 jari di atas simpisis
16 minggu : pertengahan simpisis dan pusat
20 minggu : 3 jari bawah pusat
24 minggu : setinggi pusat
28 minggu : 3 jari di atas pusat
32 minggu : pertengahan pusat dan px
36 minggu : 3 jari bawah px
40 minggu : pertengahan pusat dan px
Karakteristik hormone estrogen dan progesterone
Estrogen : pertumbuhan ukuran dan jumlah sel, penebalan endometrium, tanda kehamilan, hipertropi, hiperplasi
Progesterone : peningkatan sekresi, relaksasi otot-otot polos, heartburn, konstipasi, hemoroid
INDEKS MASA TUBUH
IMT : BB / TB (m2)
19,8-26,8 = normal
<19,8 = underweight
26, 8 – 29 = overweight
>29,0 = obes
| Nilai IMT | Penambahan bb normal | TM I | TM II |
| Rendah ( < 19,8)
Normal ( 19,8-26) Tinggi (26,1-29) Obes ( > 29) |
17,5-18
11,5-16 7-11,5 6 |
2,3
1,6 0,9 |
0,49
0,44 0,3 |
BB ideal Ibu hamil (BBIH)
BBIH= BBI + (uk x 0,35)
BBI= (TB-110) jika tb > 160
BBI= (TB-105) jika tb <160
Penambagan bb = BBIH-BBI
Peningkatan BB ibu Hamil
Primi lebih dari 1 kg/bulan
4 kg pada TM 1
0,5 kg pada TM 2-3
Total = 15-16 kg
Normal = 10-12
Tanda pasti hamil
Djj
Pergerakan janin
USG : kantong kehamilan, embrio
Rontgen : rangka janin (>16 minggu)
Tanda tidak pasti hamil
Rahim membesar
Tanda hegar : ismus Rahim hipertrofi sehingga bertambah panjang, lunak pada perabaan
Tanda chadwick : warna kebiruan pada serviks, vulva+vagina
Tanda goodel : serviks lunak
Tanda piskacek : pembesaran uterus ke 1 arah
Braxthon hicks
BMR meningkat
Ball (+)
Tes HCG (+)
Dugaan persumtif hamil
Amenore
Nausea
Anoreksia
Emesis
Hipersalivasi
Miksing
Pusing
Obstipasi
Hiperpigmentasi
Varises
Payudara tegang
Perubahan perasaan
BB meningkat
Diagnose banding
Pseudosiesis (hamil palsu)
Kistoma ovarii
Mioma uteri
Retensi urine
Menopause (amenore sekunder)
ANC 7 T
Timbang bb, tfu, TD, TT, Tablet fe, Tes PMS, Temu wicara
ANC minimal
TM 1 : 1 kali
TM 2 : 1 kali
TM 3 : 2 kali
Kunjungan ulang
0-28 minggu : 4 minggu
28-36 minggu : 2 minggu
>36 minggu : 1 minggu
ANC
Deteksi kehamilan ganda > 28 minggu
Deteksi kedudukan normal > 36 minggu
DJJ > 18 minggu
Pengukuran TFU > 12 minggu dgn palpasi, > 22 mg dgn pita ukur
Cek hb : kunjungan I dan uk 28 minggu/30
Penapisan anemia : TM 1 ( < 14 mg)
Preeclampsia : > 20 minggu
Ketidaknyamana masa hamil dan cara mengatasinya
- Sering bak
- Striae gravidaru, (bulan ke 6-7)
- Hemoroid
- Keputihan (tm 1 dan tm 3)
- Kram kaki (>24mg)
- Mengidam ( pica)
- Nafas sesak (TM 2-3)
- Nyeri ligamentum rotundum (tm2-3)
- Panas perut (heart burn)
- Nyeri punggung atas dan bawah
- Varises
KEBUTUHAN NUTRISI IBU HAMIL
Energi : tambahan 285 kkal/hari
Protein : tambahan 12 % / hari atau 12-100 gram
Zat besi : 3, 5 mg/hari, selama hamil tambahan suplemen zat besi sejak minggu ke-12 sebanyak 90 tablet
Kalsium : 400 mg/hari
Asam folat : meningkat 2 kali lipat 0,4 mh/ hari, ada riwayat anak cacat menjadi 4 mg /hari
Dasar untuk membuat power point
Dasar untuk membuat presentasi PowerPoint
Memilih tema
Saat Anda membuka PowerPoint, Anda akan melihat beberapa tema dan templat bawaan. Tema adalah desain slide yang berisi warna, font, dan efek khusus yang sesuai, seperti bayangan, pantulan, dan masih banyak lagi.-
Pilih tema.
-
Klik Buat, atau ambil ragam warna, lalu klik Buat.
Menyisipkan slide baru
-
Pada tab Beranda , klik bagian bawah Slide baru, dan pilih tata letak slide.
Menyimpan presentasi Anda
-
Pada tab File, pilih Simpan.
-
Pilih atau cari ke folder.
-
Dalam kotak nama File , ketikkan nama untuk presentasi Anda, dan lalu pilih Simpan.
Catatan: Jika Anda sering menyimpan file
pada folder tertentu, Anda bisa ‘menyematkan’ path tersebut sehingga
selalu tersedia (sebagaimana diperlihatkan di bawah).
Tips: Simpan pekerjaan selagi Anda bekerja. Seringlah menekan Ctrl+S.
Menambahkan teks
Klik tempat penampung teks, dan mulailah mengetik.Memformat teks Anda
-
Pilih teks.
-
Di bawah Alat Menggambar, pilih Format.
-
Lakukan salah satu hal berikut ini:
-
Untuk mengubah warna teks Anda, pilih Isian Teks, lalu pilih sebuah warna.
-
Untuk mengubah warna kerangka bentuk teks Anda, pilih Kerangka Teks, lalu pilih sebuah warna.
-
Untuk menerapkan bayangan, pantulan, cahaya, kemiringan, rotasi 3D, transformasi, pilih Efek Teks, lalu pilih efek yang Anda inginkan.
Itu dlu ya.........
Jumat, 17 Maret 2017
Cara Mengendalikan Emosi
Setiap orang memiliki batas kesabaran dan tingkat emosional yang sangat berbeda, sehingga ada cara cara untuk mengendalikan emosi:
1. Tarik nafas dan sambil memikirkan apakah segala sesuatu harus dengan amarah dan emosional?
2. Duduk dan merenungkan atau memikirkan apa dampak dari emosi
3. Mengambil kesimpulan bahwa menghadapi segala sesuatu harus dengan otak yang dingin sehingga tidak terjadi apa yang kita tidak inginkan terjadi.
4. Memikirkan dampaknya
5. Kurangi pikiran yang negatif
6. Harus menghadapi segala sesuatu dengan pikiran yang positif.
7. Lalu lakukanlah kegiatan seperti biasa dengan pikiran yang sehat.
Langganan:
Postingan (Atom)